Sistem Evaluasi

 

Nama : Lhaila Juli Styaningsih (11901322)

Kelas : PAI 4A

Magang 1

Sistem evaluasi

Seperti yang kita ketahui, evaluasi selalu ada dalam setiap hal atau kegiatan yang kita kerjakan. Dalam melakukan evaluasi itu untuk menjamin bahwa apakah kegiatan atau hal yang kita jalankan itu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Evaluasi digunakan diberbagai bidang yang menggunakan sistem seperti pembelajaran, lingkup perusahaan maupun proyek. Untuk itu pada blog kali ini kita akan membahas dari pengertian, fungsi, tujuan, metode, dan contoh dari evaluasi.

AA.  Pengertian Evaluasi

Evaluasi adalah salah satu proses untuk mengukur kegiatan atau suatu hal apakah sudah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Evaluasi ini dilakukan dengan cara membandingkan hasil akhir dengan kegiatan yang akan dicapai. Untuk itu dalam setiap kegiatan harus adanya kegiatan evaluasi supaya mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak supaya sesuatu itu dapat terwujud dengan rencana yang diinginkan atau dicapai.

·         Pengertian Evaluasi Menurut Para Ahli

·         Menurut Sudijono Evaluasi adalah sebuah interpretasi (penafsiran) yang bersumber pada data-data kuantitatif.

·         Menurut Stufflebeam, dkk Evaluasi adalah proses menggambarkan, mendapatkan, dan menyediakan informasi yang berguna untuk menilai alternatif keputusan.

    B. Fungsi Evaluasi

1.    Fungsi Pengukuran Keberhasilan

Fungsi ini adalah hal yang paling utama dalam evaluasi, dengan mengukur pada berbagai komponen, termasuk metode yang digunakan, penggunaan sarana, dan pencapaian tujuan.

2.    Fungsi seleksi

Fungsi ini bertujuan menyeleksi alat atau metode yang ingin digunakan sebelumnya apakah sesuai atau tidak.

3.    Fungsi Diagnosis

Fungsi Evaluasi ini juga dapat digunakan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan sesorang atau sebuah alat dalam bidang kompetensi tertentu.

4.   Fungsi Penempatan

Fungsi penempatan ini adalah Proses evaluasi yang berfungsi untuk mengetahui posisi terbaik untuk seseorang sesuai kapabilitas dan kapasitas yang dimilikinya.


C. Tujuan evaluasi

Secara spesifik, berikut ini adalah beberapa tujuan dilakukannya kegiatan evaluasi.

1.    Mengetahui tingkat penguasaan seseorang terhadap kompetensi yang sudah ditetapkan berdasarkan standar dan kebutuhan organisasi.

2.    Mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi sehingga dapat dilakukan diagnosis serta memberikan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan objek evaluasi.

3.    Mengukur tingkat efisiensi dan efektivitas sebuah media, metode, atau sumber daya lainnya dalam pelaksanaan sebuah kegiatan.

4.   Memberikan umpan balik dan informasi penting untuk memperbaiki kekurangan dan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan.

D. Tahapan Evaluasi

1.    Menentukan Aspek yang Akan Dievaluasi

Pilihlah aspek atau komponen yang paling utama dan menjadi kunci penentu keberhasilan atau kegagalan kegiatan atau program tersebut. 

2.    Mendesain Kegiatan Evaluasi yang Akan Dilakukan

Desain evaluasi meliputi data yang dibutuhkan, metode evaluasi, hasil yang diinginkan, dan sebagainya.

3.    Mengumpulkan Data Evaluasi

4.   Menganalisis dan Mengolah Data

Data-data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dan diolah. Gunakan alat analisis yang sesuai agar fakta yang dihasilkan dapat dipercaya. Selanjutnya, bandingkan dengan rencana awal. 

5.    Melaporkan Hasil Evaluasi

E. Metode Evaluasi

1.    Metode Evaluasi 360 Derajat

Tujuan metode ini adalah untuk

 

·         memberikan umpan balik tentang keunggulan dan kekurangan kinerja organisasi;

·         mengenali arah strategis pengembangan organisasi;

·         meningkatkan kolaborasi dan saling pengertian di antara unit organisasi;

·         memberikan penghargaan atas pencapaian prestasi dan memberikan insentif; serta

·         mengembangkan proses pembelajaran dalam hal keterbukaan dalam menerima kritik.

2. Metode Evaluasi dengan Analisis Biaya-Manfaat

Metode evaluasi dengan analisis biaya-manfaat dilakukan dengan mengidentifikasikan komponen-komponen yang termasuk manfaat (benefit) dan yang tergolong biaya (cost). Komponen-komponen tersebut bisa bersifat nyata (tangible) maupun tak nyata (intangible).

3. Metode Evaluasi Program dan Kebijakan

Untuk kegiatan yang berupa proram atau kebijakan, Anda bisa melakukan evaluasi dengan tiga pendekatan berikut ini.

a. Evaluasi Semu (Pseudo Evaluation)

Evaluasi semu dilakukan menggunakan metode deskriptif tanpa perlu bertanya secara langsung kepada perorangan, kelompok, dan masyarakat. Evaluasi dilakukan dengan tampilan tabel, teknik sajian grafik, analisis seri terinterupsi, angka indeks, analisis diskontinyu-regresi, dan analisis seri terkontrol.

b. Evaluasi Formal

Anda perlu melakukan evaluasi formal berdasarkan program/kebijakan yang dituju dan para pembuat kebijakan atau administrator program sudah mengumumkannya. Metode ini dilakukan dengan teknik klarifikasi nilai, pemetaan sasaran, analisis dampak silang, pemetaan hambatan, dan discounting.

          4.Metode Evaluasi Keputusan Teoretis

    Ada dua jenis informasi yang digunakan. Informasi finansial        diperlukan untuk mengevaluasi kinerja berdasarkan anggaran     yang dibuat dibandingkan dengan kinerja aktual. Informasi     non-finansial dibutuhkan untuk mengukur kepuasan pelanggan,     efisiensi proses internal, dan efektivitas pengeluaran.

 

Komentar

Postingan Populer