Strategi Pembelajaran
Nama : Lhaila Juli Styaningsih
(11901322)
Kelas : PAI 4A
Magang 1
Strategi Pembelajaran
a.
Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran berasal dari bahasa Latin yakni
“Strategia” yang artinya seni penggunaan rencana dalam meraih suatu
tujuan. Pada mulanya, istilah itu sering digunakan dalam dunia militer
tetapi sekarang istilah ini sudah sering dipakai pada berbagai bidang termasuk
pembelajaran.
Strategi pembelajaran didefinisikan dengan sebuah
perencanaan yang mengandung rangkaian kegiatn yang dibentuk dalam sebuah
tindakan (rangkaian kegiatan) yang dirancan untuk meraih tujuan pendidikan
tertentu.
Strategi pembelajaran adalah suatu rencana, metode dan
perangkat aktivitas yang terencana untuk meraih tujuan
pembelajaran. Definisi lain dari strategi pembelajaran yaitu suatu rencana
rangkaian kegiatan yang pada pemakaian metode dan penggunaan akan semua sumber
daya atau kekuatan demi adanya pembelajaran yang disusun untuk meraih tujuan
tertentu.
Terdapat berbagai macam pengertian strategi pembelajaran
sebagai mana dikemukakan oleh para ahli. Salah satunya yang dikemukakan oleh
Dick dan Carey sebagaimana dikutip Etin Solihatin (2013 : 3) yang menyatakan
bahwa strategi pembelajaran adalah komponen umum dari suatu rangkaian materi
dan prosedur pembelajaran yang akan digunakan secara bersama–sama oleh guru dan
siswa selama proses pembelajaran berlangsung (Etin Solihatin, 2012: 3).
Terdapat 5 komponen strategi pembelajaran yang perlu diperhatikan yakni
kegiatan pembelajaran pendahuluan, penyampaian informasi, partisipasi peserta
didik, tes, dan kegiatan lanjutan. Sedangkan menurut Etin Solihatin (2012 : 4)
Strategi Pembelajaran adalah pendekatan secara menyeluruh dalam suatu sistem
pembelajaran, yang berupa pedoman umum dan kerangka kegiatan untuk mencapai
tujuan umum pembelajaran, yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam
membantu usaha belajar siswa, mengorganisasikan pengalaman belajar, mengatur
dan merencanakan bahan ajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Selain
itu, menurut Darmayah (2010: 17) strategi pembelajaran merupakan
pengorganisasian isi pelajaran, penyampaian pelajaran dan pengelolaan kegiatan
pembelajaran dengan menggunakan berbagai sumber belajar yang digunakan oleh
guru guna menunjang terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
Hal itu berarti bahwa strategi pembelajaran menggunakan berbagai sumber belajar
yang digunakan oleh guru seperti menggunakan alat peraga, buku teks, dan kartu
indeks dalam melaksanakan proses belajar mengajar di kelas sehingga
pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Berdasarkan beberapa
definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan
suatu prosedur pembelajaran dalam membantu usaha belajar siswa,
mengorganisasikan pengalaman belajar, mengatur dan merencanakan bahan ajar,
agar tercipta proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien untuk mencapai
tujuan pembelajaran.
b.
Fungsi dan tujuan dari strategi pembelajaran antara lain:
·
Memberikan isi pembelajaran kepada pembelajar.
·
Menyajikan informasi atau bahan-bahan yang dibutuhkan
dalam belajar untuk menunjukkan unjuk kerja.
c.
Pemilihan Strategi Pembelajaran
Pada dasarnya pembelajaran merupakan proses penyampaian
informasi atau penambahan kemampuan baru kepada siswa. Oleh karena itu, ketika
seorang guru berpikir informasi dan kemampuan apa yang harus dimiliki oleh
siswa, maka pada saat yang bersamaan guru juga harus memikirkan strategi apa
yang tepat untuk diterapkan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Tujuan
pembelajaran yang akan dicapai sangat menentukan strategi apa yang akan
digunakan. Seorang guru harus benar–benar memahami tujuan pembelajaran sebelum
memilih strategi pembelajaran (Mukhamad Murdiyono, 2012: 31). Dengan kata lain,
kita perlu memilih strategi pembelajaran yang memadai yang dapat memungkinkan
tercapainya tujuan pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi yang telah
ditentukan. Namun tidaklah mudah untuk memilih strategi, terdapat banyak faktor
yang harus diperhatikan dalam memilih strategi pembelajaran. Menurut Essef
sebagaimana dikutip Abdul Gafur (2012: 97-100) menyebutkan tiga hal pokok yang
perlu diperhatikan dalam pemilihan atau menetukan strategi pembelajaran adalah faktor-faktor
belajar (learning factors), lingkungan belajar (learning invirontment), dan
besar kecilnya kelompok belajar Dari aspek faktor-faktor belajar yang perlu
diperhatikan dalam memilih strategi pembelajaran meliputi: rangsangan
(stimulans) atau metode penyampaian materi pelajaran, reaksi, jawaban
(response) siswa terhadap rangsang tersebut, dan umpan balik (feed back) yang
diberikan kepada siswa untuk memberitahukan tepat tidaknya response atau
jawaban siswa. Menurut teori “Stimulus Response” dalam proses belajar mengajar,
setiap siswa diberi rangsang yang menghendaki jawaban tertentu. Selanjutnya
siswa mendapatkan umpan balik terhadap benar tidaknya respon tersebut. Stimulus
tersebut berupa pengalaman atau kejadian tertentu yang disampaikan kepada siswa
untuk merangsang pikiran hingga siswa berbuat seperti yang diharapkan. Dari
aspek lingkungan belajar yang perlu diperhatikan dalam memilih strategi
pembelajaran ialah menentukan lingkungan belajar (instructional setting). Tata
letak, tata ruang (setting) di sini meliputi ruang kelas, ruang laboratorium,
studi independen dipusat sumber belajar, magang, atau kerja praktik.
Selanjutnya, dari aspek besar kecilnya kelompok belajar yang perlu diperhatikan
dalam pemilihan strategi pembelajaran yaitu bila materi tertentu lebih berhasil
dipelajari secara berkelompok, maka strategi yang tepat adalah dengan
menggunakan kelompok. Sebaliknya bila suatu materi lebih baik bila dipelajari
secara sendiri-sendiri (individual), maka strategi pembelajaran individual
(individual learning) akan tepat. Dalam pembelajaran individual kendali
belajar, misalnya waktu belajar (kapan mulai, kapan selesai) ditentukan oleh
siswa. Hal ini berbeda dengan strategi pembelajaran klasikal di ruang kelas.
Dalam pembelajaran secara klasikal, siswa tidak mempunyai wewenang untuk
menentukan sendiri–sendiri waktu untuk belajar, sebab semua kegiatan sudah
dijadwalkan secara pasti Menurut Sanjaya sebagaimana dikutip Mukhamad Murdiyono
(2012: 31-33) ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan, sebelum
menentukkan strategi pembelajaran. Pertimbangan–pertimbangan tersebut adalah
sebagai berikut :
a.
Pertimbangan yang
berhubungan dengan tujuan yang ingin dicapai. Untuk memilih strategi
pembelajaran yang sesui, perlu diperhatikan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai. Pertanyaan–pertanyaan yang dapat diajukan terkait dengan pertimbangan
yang berhubungan dengan tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut :
1) Apakah tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai berkenaan dengan aspek kognitif, afektif, dan
psikomotorik ?
2) Bagaimana
kompleksitas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, apakah tingkat tinggi atau
rendah ?
3) Apakah untuk
mencapai tujuan tersebut memerlukan ketrampilan akademis ?
b.
Pertimbangan yang berhubungan dengan bahan atau materi
pembelajaran. Bahan atau materi yang dikembangkan dalam pembelajaran dapat
berupa fakta, konsep, hokum, dan teori. Untuk menentukan strategi pembelajaran
yang tepat terkait dengan materi pembelajaran yang akan disampaikan, dapat
diajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :
1) Apakah materi
pelajaran tersebut berupa fakta, konsep, hokum atau teori tertentu?
2) Apakah untuk
mepelajari materi pembelajaran tersebut memerlukan persyaratan tertentu ataukah
tidak?
3) Apakah tersedia
buku-buku sumber untuk mempelajri materi tersebut ?
c.
Pertimbangan dari sudut siswa. Karakteristik siswa juga
menentukan strategi pembelajaran yang akan dipilih. Siswa memiliki kemampuan
yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristik dan latar belakang masing-masing.
Pertanyaanpertanyaan yang dapat diajukkan sebagai pertimbangan dalam memilih
strategi pembelajaran adalah sebagai berikut :
1) Apakah strategi
pembelajaran tersebut sesuai dengan tingkat kematangan siswa?
2) Apakah strategi
pebelajaran tersebut sesuai dengan minat, bakat, dan kondisi siswa?
3) Apakah strategi pembelajaran tersebut sesuai dengan gaya belajar siswa?
d.
Pertimbangan–pertimbangan lainnya.
1) Selain ketiga
pertimbangan yang telah disebutkan, ada pertimbangan lain yang perlu
diperhatikan Apakah untuk mencapai tujuan hanya cukup dengan satu strategi
saja?
2) Apakah strategi
yang diterapkan dianggap sebagai satu–satunya strategi yang dapat digunakan?
3) Apakah strategi itu
memiliki nilai afektivitas dan efisiensi?
Sejumlah pertayaan di atas menjadi bahan pertimbangan
bagi seorang guru untuk memilih strategi pembelajaran yang lebih tepat dan
sesui. Hal ini agar mencapai tujuan yang berkenaan dengan aspek kognitif tentu
akan berbeda dengan tujuan aspek afektif. Selain itu, menurut Hamzah B. Uno
(2011: 9) pemilihan strategi pembelajaran hendaknya ditentukan berdasarkan
kriteria berikut: orientasi strategi pada tugas pembelajaran, relevan dengan
isi/materi pembelajaran, metode dan teknik yang digunakan difokuskan pada
tujuan yang ingin dicapai, dan media pembelajaran yang digunakan dapat
merangsang indera siswa secara simultan. Berdasarkan uraian di atas, dapat
ditarik kesimpulan bahwa sebelum melakukan pemilihan strategi pembelajaran yang
efektif dan efisien sangat ditentukan oleh banyak faktor. Faktor-faktor yang
harus diperhatikan dalam pemilihan strategi pembelajaran antara lain tujuan
pembelajaran, bahan atau materi pembelajaran, karakteristik siswa, lingkungan
belajar dan sarana prasarana yang menunjang dalam berjalannya proses kegiatan
pembelajaran. Dengan demikian, apabila faktor-foktor tersebut telah terpenuhi
dalam pemilihan strategi pembelajaran maka proses kegiatan pembelajaran akan
sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Komentar
Posting Komentar